Buku Sianosis
Rp42,000
Jarak terjauh bukanlah 512 kilometer bentangan rel besi antara Tugu dan Gambir. Jarak terjauh adalah duduk di Kursi 9A, sementara ingatanmu masih tertinggal di peron keberangkatan. Ketika fajar menyingsing di Jatinegara, langit tidak menawarkan warna emas harapan. Langit Jakarta menyambut dengan warna sianosis—pucat, kebiruan, dan sakit.
Alasan berbelanja di Detak Pustaka Toko
- Produk 100% Original
- Garansi Uang Kembali
- Banyak Metode Pembayaran
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
| Berat | 130 gram |
|---|---|
| Dimensi | 20 × 14 × 1 cm |
Jarak terjauh bukanlah 512 kilometer bentangan rel besi antara Tugu dan Gambir. Jarak terjauh adalah duduk di Kursi 9A, sementara ingatanmu masih tertinggal di peron keberangkatan. Ketika fajar menyingsing di Jatinegara, langit tidak menawarkan warna emas harapan. Langit Jakarta menyambut dengan warna sianosis—pucat, kebiruan, dan sakit.
Sama seperti wajah kita saat menyadari bahwa “Kita” sudah tidak ada lagi. Di buku ini, tidak ada senja yang romantis. Yang ada hanyalah cakrawala yang memar, kopi yang tumpah, dan lagu-lagu cinta di radio taksi yang terdengar seperti sebuah ejekan kejam.
Sebuah narasi perpisahan yang ditulis dengan presisi bedah dan dinginnya logika. Hati-hati: Membaca buku ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan emosional. “Dia menyebut ini karya seni. Aku menyebutnya bukti visum dari ego yang terluka.” — Raras
Jumlah Halaman: 102
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan








Ulasan
Belum ada ulasan.