Buku Patah Tumbuh Hilang Berhaji
Rp46,000
Entah dari mana datangnya, pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Tanpa pertanda. Tanpa aba-aba. Seolah pertanyaan itu baru saja dia petik dari udara. “Menurutku sudah waktunya kita berhaji. Kamu setuju?”
Membayangkan diriku berputar mengelilingi Kabah rasanya seperti menonton filem yang dimainkan seorang aktor gadungan. Terasa tak tepat. Seperti ada yang salah tempat.
Alasan berbelanja di Detak Pustaka Toko
- Produk 100% Original
- Garansi Uang Kembali
- Banyak Metode Pembayaran
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
| Berat | 155 gram |
|---|---|
| Dimensi | 20 × 14 × 1 cm |
Entah dari mana datangnya, pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Tanpa pertanda. Tanpa aba-aba. Seolah pertanyaan itu baru saja dia petik dari udara. “Menurutku sudah waktunya kita berhaji. Kamu setuju?” Membayangkan diriku berputar mengelilingi Kabah rasanya seperti menonton filem yang dimainkan seorang aktor gadungan. Terasa tak tepat. Seperti ada yang salah tempat.
Aku datang dengan bimbang. Itu sebabnya aku diberi hukuman. Yang kudapatii dua kota suci yang telah berubah jadi tempat transaksi; megah mengilap, riuh bertumbuh, namun sejarah yang kosong dan kesepian. Nabawi tak menjawab salamku. Kabah menipuku. Tuhan tega mengusirku. Di puncak ziarah ini, aku dibiarkan sendirian,. Terlantar di belantara cermin menyilaukan. Terguncang di balik ihram beraroma kain kafan.
Jumlah Halaman: 125
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan








Ulasan
Belum ada ulasan.