Email: toko@detakpustaka.com
Tlp/WA: +62 857-1020-4409
Beranda » Blog » 5 Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Ketahui

5 Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Ketahui

5 Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Ketahui

Dalam dunia penerbitan buku, istilah ISBN (International Standard Book Number) sudah tidak asing lagi di telinga penulis maupun pembaca. Mirip dengan KTP, ISBN juga berfungsi sebagai identitas unik yang memudahkan sistem pendataan dan pengelolaan buku di pasar. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan pergeseran preferensi pembaca dari buku cetak ke buku digital, terdapat istilah baru yaitu E-ISBN.

Secara teknis, ISBN dan E-ISBN memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengidentifikasi buku. Perbedaan utamanya terletak pada format dan penggunaannya. Buku cetak memakai ISBN, sedangkan e-book atau buku digital menggunakan E-ISBN.

5 Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Ketahui

Melalui artikel ini, kita akan mencari tahu apa saja perbedaan utama antara ISBN dan E-ISBN. Harapannya, setelah membaca isi tulisan ini, teman-teman akan memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang kedua kode buku ini sekaligus fungsinya dalam industri penerbitan buku, baik cetak maupun digital. Pertama, mari kita pelajari pengertiannya terlebih dahulu.

Apa itu ISBN?

Dilansir dari situs resmi isbn.perpusnas.go.id, ISBN atau International Standard Book Number merupakan kode unik  untuk pengidentifikasian sebuah buku yang mencakup berbagai informasi seperti judul, penerbit, dan kelompok buku. Di Indonesia, lembaga yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan ISBN kepada penerbit yaitu Perpustakaan Nasional RI.

Sebenarnya, ISBN tidak hanya untuk buku atau karya tulis, melainkan juga untuk berbagai bentuk karya lainnya, seperti:

  • Buku cetak dan pamflet
  • Buku Braille
  • Peta dan atlas
  • Film, video, dan materi transparansi edukatif
  • Audiobook dalam format kaset, CD, atau DVD
  • Terbitan elektronik seperti CD-ROM dan publikasi online
  • Salinan digital dari buku cetak
  • Mikrofilm dan mikrofiche
  • Perangkat lunak (software) edukatif
  • Publikasi multimedia yang mengandung teks.

Apa itu E-ISBN?

E-ISBN (Electronic International Standard Book Number) merupakan kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi buku elektronik atau digital. Serupa dengan ISBN, E-ISBN juga memiliki fungsi yang sama tapi lebih spesifik, yaitu untuk mempermudah pencarian dan pengarsipan buku digital. Selain itu, E-ISBN juga untuk membantu penulis dan penerbit untuk mengatur hak cipta sekaligus distribusi buku digital.

Perbedaan Utama ISBN dan E-ISBN

5 Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Ketahui

Walaupun ISBN dan E-ISBN memiliki tujuan yang sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar karena ditujukan untuk format buku yang berbeda, yaitu buku cetak dan buku digital. Berikut adalah perbedaan utama antara ISBN dan E-ISBN:

1. Format publikasi

​Perbedaan utama antara ISBN dan e-ISBN terletak pada format atau bentuk publikasinya. ISBN merupakan identitas khusus untuk buku cetak, sementara E-ISBN diperuntukkan bagi buku digital atau elektronik. Meski keduanya berfungsi sebagai identitas buku, pemisahan ini perlu dilakukan karena adanya perbedaan format fisik dan digital.

​E-ISBN mencakup berbagai format buku digital seperti PDF, ePub, Mobi dan lain-lain. Ketersediaan format ini sangat bergantung pada kebijakan platform penerbitan yang penulis gunakan. Beberapa format bersifat universal sehingga dapat diakses di berbagai perangkat, sementara format lainnya mungkin hanya terbatas pada platform tertentu.

​Perbedaan format ini secara langsung memengaruhi cara pembaca dalam menikmati karya. Dengan E-ISBN, pembaca bisa mengakses konten secara langsung melalui platform digital atau perangkat elektronik. Sebaliknya, ISBN digunakan untuk buku fisik yang didistribusikan secara konvensional dan dapat dibaca langsung tanpa memerlukan perangkat tambahan.

2. Proses distribusi

Aspek kedua yang membedakan ISBN dengan E-ISBN yaitu pada proses distribusinya. Setiap kategori buku yang  sudah resmi terbit dan memperoleh kode identitas perlu didistribusikan untuk meningkatkan visibilitas karya. Penerbit dapat menyalurkannya ke berbagai toko buku, marketplace, dan perpustakaan.

ISBN berfungsi sebagai identitas buku cetak yang didistribusikan secara konvensional melalui toko buku fisik dan perpustakaan. Sebaliknya, E-ISBN digunakan untuk buku digital yang dipasarkan secara daring melalui beberapa platform seperti Google Play Books, Apple Books, atau Amazon Kindle. Hal ini menunjukkan bahwa kedua identitas buku ini dirancang untuk mendukung model distribusi yang berbeda.

3. Proses pengajuan

Perbedaan ketiga antara ISBN dan E-ISBN yaitu pada proses pengajuannya. Meskipun keduanya sama-sama diserahkan ke Perpusna, tapi prosedur pengajuan dan kelengkapan administrasi cenderung berbeda.

Dalam pengajuan ISBN untuk buku cetak, berbagai dokumen fisik seperti halaman judul, daftar isi, dan desain sampul buku harus dilampirkan. Sementara itu, pengajuan E-ISBN untuk buku elektronik memerlukan file digital buku tersebut, termasuk halaman judul dan daftar isi, serta pengisian formulir metadata.

Perbedaan prosedur ini menunjukkan bahwa pengajuan ISBN dan E-ISBN memiliki persyaratan yang berbeda sesuai dengan format buku yang diajukan. Dengan begitu, Perpusnas dapat memproses pengajuan dengan lebih efektif dan efisien.

4. Proses pembaruan

Proses pembaharuan ISBN dan E-ISBN relatif sama dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Namun, ada satu hal yang cukup membedakan keduanya, yaitu ketika sebuah buku diterbitkan dalam format cetak dan digital. Dalam kasus ini, masing-masing versi harus memiliki ISBN yang berbeda, meskipun judul, penulis, dan penerbitnya sama.

Tidak hanya karena adanya revisi atau perubahan konten dalam skala besar, pembaruan ISBN dan E-ISBN juga diperlukan untuk beberapa kondisi. Mulai dari perubahan judul, format, pergantian penerbit, hingga diterjemahkan ke bahasa lain.

Apabila terjadi perubahan di luar kondisi tersebut, maka tidak perlu melakukan pembaruan pada ISBN atau E-ISBN. Misalnya, cetak ulang tanpa revisi, perbaikan dalam skala kecil, perubahan harga buku, atau metode pemasaran.

5. Penempatan ISBN

Aspek terakhir yang membedakan ISBN dan E-ISBN yaitu pada penempatannya. ISBN pada buku cetak, biasa terletak di cover belakang buku berupa barcode dan kode angka. Dengan begitu, pembaca lebih mudah menemukan informasi terkait ISBN dengan cepat. Sementara itu, penempatan kode E-ISBN pada buku digital atau elektronik berada di halaman awal file buku, yaitu di satu tempat dengan Hak Cipta.

Nah, itulah beberapa perbedaan antara ISBN dan E-ISBN yang perlu penulis ketahui. Meskipun keduanya sama-sama diterbitkan oleh perpusnas serta digunakan untuk terbitan berbentuk buku, berbagai perbedaan tersebut menunjukkan bahwa keduanya mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda.

Semoga setelah membaca artikel ini, pengetahuan dan wawasan teman-teman terkait pentingnya identitas buku dalam proses penerbitan semakin bertambah, ya! Selain itu, dengan informasi ini, kalian dapat memanfaatkan ISBN atau E-ISBN dengan efektif untuk meningkatkan kualitas dan visibilitas karya kalian.

Bagi teman-teman yang ingin menerbitkan buku lengkap dengan ISBN atau E-ISBN, kami merekomendasikan jasa penerbitan buku dari Detak Pustaka. Penerbit yang sudah berdiri sejak 2017 ini telah menerbitkan ratusan buku dengan berbagai genre dari banyak penulis di seluruh Indonesia.

Dikerjakan oleh tim yang berpengalaman dan profesional, kami akan membantu meningkatkan kualitas buku kalian serta menjangkau pembaca yang lebih luas. Jadi, tunggu apa lagi? Segera hubungi kami dan wujudkan impian kalian menjadi penulis hebat!

Untuk informasi mengenai biaya dan paket penerbitan yang tersedia, silahkan klik tautan berikut ini: Jasa Penerbitan Buku Ber-ISBN, Anggota IKAPI, Kredibel dengan Harga Terjangkau

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko