Mengenal Hakikat Bahasa: Pengertian, Sifat, dan Fungsinya

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi verbal biasa, melainkan sebuah instrumen penting dalam peradaban manusia. Melalui bahasa, kita dapat menyampaikan pemikiran, perasaan, ide, dan gagasan kepada orang lain. Bahasa juga menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial, memelihara budaya, dan mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Untuk memahami berbagai perannya dalam kehidupan masyarakat, kita perlu mengenal apa itu hakikat bahasa. Dengan memahami hakikat bahasa, kita dapat lebih menghargai keindahan dan kompleksitas bahasa, serta lebih efektif dalam memanfaatkannya untuk berkomunikasi.
Mengenal Hakikat Bahasa: Pengertian, Sifat, dan Fungsinya
Artikel ini akan memperkenalkan kita dengan hakikat bahasa, mulai dari pengertian dari para ahli, sifat, hingga fungsinya dalam membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harapannya, setelah membaca isi tulisan ini, teman-teman dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang hakikat bahasa dan dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dalam berbagai aspek kehidupan, terutama untuk berkomunikasi. Agar semakin jelas, mari kita simak uraian di bawah ini:
Pengertian Hakikat Bahasa
Secara sederhana, kita bisa mengartikan bahasa sebagai sarana atau alat untuk menyampaikan informasi, pikiran, sudut pandang, dan gagasan kepada orang lain. Selain itu, bahasa juga memiliki fungsi sebagai media untuk mengungkapkan aspirasi, inspirasi, kreasi seni, kepercayaan, dan teknologi.
Untuk memahami hakikat bahasa lebih dalam, berikut adalah beberapa pengertiannya dari para ahli:
1. Menurut Keraf
Keraf mendefinisikan bahasa sebagai alat komunikasi yang terdiri dari simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia untuk berinteraksi dengan masyarakat.
2. Menurut Chaer
Bagi Chaer bahasa merupakan alat alat verbal untuk berkomunikasi, sedangkan berbahasa adalah proses penyampaian informasi yang terjadi di dalamnya.
3. Menurut Kridalaksana dan Djoko Kentjono
Pengertian hakikat bahasa menurut Kridalaksana dan Djoko Kentjono yaitu sebuah sistem atau lambang bunyi yang anggota kelompok gunakan untuk berkomunikasi, berkolaborasi (bekerja sama), dan mengekspresikan identitas mereka dalam kehidupan sosial.
4. Menurut Owens
Owens memandang hakikat bahasa sebagai sistem kode atau simbol konvensional yang telah disepakati secara sosial yang bertujuan untuk menyampaikan pesan dan informasi.
5. Menurut Leutke – Stahlman & Luckner
Hakikat bahasa menurut Leutke – Stahlman & Luckner adalah kombinasi antara fungsi, isi, dan bentuk yang membentuk struktur komunikasi yang utuh.
6. Menurut Uhlenbeck
Secara ringkas, hakikat bahasa menurut pandangan Uhlenbeck adalah bunyi yang diucapkan dan didengar untuk menyampaikan pikiran atau perasaan kepada orang lain. Pada umumnya untuk mengekspresikan sikap atau gagasan.
7. Menurut Widjono
Pengertian hakikat bahasa yang Widjono utarakan yakni sistem lambang bunyi yang digunakan sebagai alat untuk berinteraksi dalam masyarakat.
8. Menurut Parera
Parera mendefinisikan bahasa sebagai alat komunikasi yang memungkinkan setiap anggota kelompok dapat berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif dalam masyarakat.
9. Menurut Ullman
Berbeda dengan pendapat lainnya, Ullman memahami hakikat bahasa keseluruhan sistem bahasa yang tersimpan dalam pikiran manusia.
Berdasarkan berbagai pemikiran di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa hakikat bahasa sangatlah kompleks dan memiliki banyak aspek yang mencakup sistem simbol, alat komunikasi, serta representasi pikiran sekaligus budaya. Bahasa merupakan alat yang individu gunakan untuk berinteraksi dan memahami dunia di sekitarnya.
Sifat-Sifat Bahasa

Setelah memahami hakikat bahasa dari berbagai pandangan para ahli, kita beralih ke sifat-sifat yang membentuk bahasa menjadi suatu sistem yang berpola. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Bahasa sebagai sistem
Bahasa dapat kita pandang sebagai sistem yang terstruktur dan teratur, terdiri dari unsur-unsur yang saling berkaitan dan berfungsi secara fungsional untuk membentuk pola-pola yang sistematis. Struktur kalimat dalam Bahasa Indonesia terbentuk dari komponen-komponen seperti Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K). Kita dapat mempelajari struktur dan komponen bahasa melalui disiplin ilmu morfologi dan sintaksis.
2. Bahasa sebagai lambang
Bahasa terdiri dari berbagai bunyi yang memiliki makna atau konsep tertentu. Sebagai contoh, kata “ayam” melambangkan binatang tertentu, sedangkan kata “buku” melambangkan suatu benda untuk membaca.
Lambang bunyi yang memiliki makna disebut dengan lambang ujaran, seperti “kipas” dan “pensil”. Sementara itu, bunyi tanpa makna seperti “blabla” dan “hmm” bukan termasuk lambang ujaran.
3. Bahasa bersifat arbitrer
Bahasa memiliki sifat arbitrer, yaitu bunyi atau simbol yang digunakan untuk menyebut sesuatu ditentukan secara acak dan dapat berbeda-beda pada setiap bahasa, negara, atau wilayah. Contohnya, dalam Bahasa Indonesia ada hewan berkaki empat yang disebut dengan sapi, tapi dalam bahasa Jawa hewan tersebut dikenal dengan nama lembu.
4. Bahasa bersifat unik
Bahasa memiliki keunikan tersendiri, terutama jika kita melihat bahasa daerah di Indonesia yang beragam. Misalnya, bahasa Madura dan Sunda yang perbedaan khas dan makna yang unik di setiap katanya.
5. Bahasa bersifat konvensional
Saat berkomunikasi, penutur bahasa harus memahami hubungan antara lambang dan konsep yang digunakannya. Jika tidak, interaksi antarindividu atau kelompok dapat terhambat.
Contohnya, jika seseorang mengganti kata “rumah” menjadi “maruh” atau “hamur”, lawan bicara mungkin tidak akan mengerti apa yang ia maksud. Oleh karena itu, kesepakatan penggunaan lambang bahasa sangat penting untuk komunikasi yang efektif.
6. Bahasa bersifat dinamis
Bahasa bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan perkembangan budaya dan zaman. Perubahan ini dapat terjadi pada berbagai aspek bahasa, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikon, sehingga bahasa terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan penggunanya.
7. Bahasa bersifat produktif
Bahasa memiliki sifat produktif yang memungkinkannya berkembang dengan jumlah yang tidak terbatas. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, terdapat 23.000 kata yang dapat kita pakai untuk menyusun banyak kalimat dan ekspresi yang unik. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kreativitas bahasa dalam mengungkapkan pikiran maupun gagasan.
8. Bahasa bersifat manusiawi
Bahasa merupakan salah satu kemampuan unik yang manusia miliki sebagai alat komunikasi verbal. Berbeda dengan hewan yang berkomunikasi melalui bunyi atau isyarat non-verbal. Meskipun hewan dapat menyampaikan informasi dan menunjukkan perasaan, mereka tidak memiliki kemampuan bahasa seperti manusia.
Fungsi Bahasa
Bahasa memiliki beberapa fungsi utama baik untuk kehidupan pribadi maupun sosial, antara lain yaitu:
- Komunikasi: bahasa dapat kita gunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat ataupun informasi antara individu di dalam masyarakat.
- Ekspresi: bahasa dapat kita pakai untuk mengungkapkan pemikiran, perasaan, emosi, dan gagasan seseorang.
- Representasi: bahasa berfungsi untuk mewakili objek, konsep, atau ide yang terdapat dalam pikiran manusia.
- Interaksi sosial: bahasa juga memiliki peran untuk membangun serta memelihara hubungan sosial antara individu atau kelompok.
- Kognitif: bahasa dapat kita manfaatkan untuk memproses dan mengembangkan pengetahuan, serta membantu kita untuk memahami dan menelaah setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita.
Nah, itulah penjelasan mengenai hakikat bahasa mulai dari pengertian dari para ahli, sifat-sifat yang membentuknya, hingga fungsi bahasa dalam kehidupan masyarakat. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman seputar linguistik semakin bertambah, ya!

Tuliskan Komentar