Email: toko@detakpustaka.com
Tlp/WA: +62 857-1020-4409
Beranda » Blog » Apa itu Fonologi? Pengertian, Hakikat, Objek Kajian, dan Contoh

Apa itu Fonologi? Pengertian, Hakikat, Objek Kajian, dan Contoh

Apa itu Fonologi Pengertian, Hakikat, Fungsi, Objek Kajian, dan Contoh

Bahasa mempunyai ruang lingkup yang begitu luas, salah satu cabangnya yang mungkin kita jarang dengar yaitu fonologi. Secara sederhana, kita dapat mengartikan fonologi sebagai ilmu yang mempelajari segala hal tentang bunyi dalam bahasa. Mulai dari suara, nada, hingga intonasi yang dipakai dalam komunikasi sehari-hari.

Fonologi tidak hanya memiliki peran penting dalam memahami struktur bahasa. Namun, ilmu ini membuat kita mengetahui bagaimana bunyi-bunyi bahasa yang digunakan untuk membedakan makna dari sebuah kata.

Apa itu Fonologi? Pengertian, Hakikat, Objek Kajian, dan Contoh

Melalui artikel ini, kita akan membahas lebih detail mengenai apa itu fonologi, mulai dari pengertiannya dari para ahli, hakikat, fungsi, objek kajian, hingga contohnya. Harapannya, setelah membaca keseluruhan artikel ini, kita akan lebih memahami bagaimana bunyi bahasa dihasilkan hingga bagaimana bunyi tersebut bisa berubah-ubah.

Pengertian Fonologi

Fonologi memiliki pengertian yang luas sehingga kita harus melihatnya dari berbagai sudut pandang para ahli. Berikut adalah beberapa pengertian fonologi yang wajib kita pahami bersama, yaitu:

1. Widi

Menurut Widi, fonologi merupakan bagian dari tata bahasa yang membahas seluk-beluk bunyi bahasa. Fonologi terdiri dari dua cabang ilmu yaitu fonetik dan fonemik. Fonetik merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana cara bunyi dihasilkan, sedangkan fonemik adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi yang membedakan makna kata/kalimat.

2. Chaer

Fonologi menurut pandangan Chaer bukan sekadar ilmu yang mempelajari bunyi bahasa, tapi juga meneliti sekaligus menganalisis bagaimana bunyi-bunyi tersebut tersusun dalam rangkaian kata.

3. Ahmad Muaffaq

Secara sederhana, Ahmad Muaffaq mengartikan fonologi sebagai cabang ilmu bahasa yang khusus mempelajari segala sesuatu tentang bunyi.

4. Roger Lass

Menurut Roger Lass, fonologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mengkaji tentang bunyi bahasa. Salah satunya yaitu untuk melihat bagaimana manusia berbicara dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari melalui bahasa.

5. Keraf

Fonologi menurut pandangan Keraf yaitu bagian dari tata bahasa yang memiliki fokus utama untuk memeriksa sekaligus mempelajari bunyi-bunyi bahasa yang kita ucapkan.

6. Kridalaksana

Fonologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bunyi bahasa berdasarkan fungsinya. Misalnya, apakah suatu bunyi bahasa dapat mengubah arti atau tidak.

Berdasarkan berbagai pemikiran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa fonologi merupakan ilmu yang membahas segala hal tentang bunyi bahasa. Mulai dari cara bunyi dihasilkan, bagaimana cara bunyi berubah, sampai bagaimana bunyi dapat membedakan arti dari sebuah kata.

Hakikat Fonologi

Sebenarnya, hakikat fonologi dalam ilmu bahasa memiliki porsi yang paling kecil. Namun, jika kita mengembangkannya dengan benar akan membentuk ilmu bahasa atau ilmu linguistik yang lebih luas. Jadi, ketika kita mengambil program studi bahasa, fonologi merupakan pintu masuk untuk mempelajari bagaimana terbentuknya bahasa dari bagian yang paling dasar.

Fonologi memiliki fokus utama untuk melihat dan menganalisis berbagai perilaku, fungsi, dan elemen linguistik yang sifatnya netral terhadap fenomena bunyi. Secara umum, hakikat fonologi terbagi menjadi dua sudut pandang, yakni arti luas dan arti sempit.

1. Hakikat fonologi dalam arti luas

Secara luas, fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa secara komprehensif atau menyeluruh. Pembahasan di dalamnya tidak hanya mengenai bagaimana bunyi bahasa diucapkan, tapi juga mencakup apakah bunyi tersebut bisa mengubah arti dari sebuah kata atau tidak. Di sini, kita akan berjumpa dengan dua istilah penting yang menjadi alat analisis bunyi bahasa dari berbagai sisi, yaitu fonetik dan fonemik.

Contoh gampangnya, fonologi dalam arti luas akan menelaah perbedaan bunyi antara satu kata dengan kata lain supaya tidak terjadi salah paham. Jadi, jangkauannya sangat besar karena meliputi semua proses bunyi seperti udara keluar dari paru-paru hingga bunyi tersebut dimengerti sebagai pesan oleh pendengar.

2. Hakikat fonologi dalam arti sempit

Dalam arti sempit, hakikat fonologi yaitu fokus mempelajari perilaku dan fungsi bunyi bahasa dalam sebuah sistem. Dengan kata lain, ilmu ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam mengapa sebuah bunyi digunakan dan bagaimana bunyi diatur dalam ucapan manusia.

Objek Kajian dan Jenis Fonologi

Apa itu Fonologi Pengertian, Hakikat, Fungsi, Objek Kajian, dan Contoh

Fonologi merupakan istilah yang terlahir dari dua kata, yaitu Phone yang bermakna bunyi dan Logos yang memiliki arti ilmu. Jika kita gabungkan kedua kata tersebut, fonologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari seluk-beluk bunyi yang kita hasilkan saat berbicara.

Dari dasar inilah, muncul dua cabang utama yang menjadi fokus pembahasan fonologi, yaitu fonetik dan fonemik. Apa yang membedakan keduanya, yuk kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Fonetik

Fonetik adalah bagian dari fonologi yang mencari tahu bagaimana sebuah bunyi bisa tercipta atau terbentuk. Fokusnya adalah pada proses fisik, yaitu bagaimana organ bicara manusia seperti bibir, lidah, dan pita suara, bekerja sama untuk mengeluarkan bunyi tertentu. Jadi, fonetik tidak memusingkan apakah bunyi itu punya arti atau tidak, ia hanya peduli pada proses terbentuknya bunyi tersebut.

Dalam praktiknya, fonetik memiliki beragam jenis tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Ada yang mempelajari gerakan otot saat berbicara, ada yang melihat sisi fisika bunyinya, bahkan ada yang meneliti bagaimana telinga kita menangkap getaran suara tersebut. Semua hal ini bertujuan untuk memetakan bagaimana bunyi berpindah dari mulut pembicara ke telinga pendengar.

1. Fonetik artikulatoris

Fonetik artikulatoris yang mempelajari bagaimana indra ucap kita, seperti lidah dan mulut, bergerak untuk menghasilkan bunyi.

2. Fonetik akustik

Fonetik akustik yang melihat bunyi dari sisi fisika, seperti seberapa kuat getarannya atau berapa frekuensi suaranya saat merambat di udara. Bagian ini sangat mirip dengan ilmu sains karena mengukur bunyi secara teknis.

3. Fonetik auditoris

Fonetik auditoris yang fokus pada organ penerima suara, yaitu telinga kita. Ilmu ini meneliti bagaimana mekanisme pendengaran manusia menangkap bunyi dan mengirimkannya ke otak untuk diproses.

2. Fonemik

Berbeda dengan fonetik, fonemik merupakan bagian dari fonologi yang sangat peduli dengan makna atau arti kata. Jadi, fonemik mempelajari bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda arti.

Ketika mempelajari fonemik, kita akan mengetahui bahwa perubahan kecil pada satu bunyi saja bisa mengubah keseluruhan maksud/pesan dari sebuah kata. Oleh karena itu, ketepatan dalam pengucapan suatu kata menjadi sangat penting.

Di Indonesia, hal ini terasa sangat nyata karena banyaknya bahasa daerah yang ada. Terkadang, logat atau cara pengucapan dari bahasa daerah tertentu memberikan karakteristik unik pada sistem bunyi bahasa di negara kita. Apabila kita tertarik mendalami bagaimana bunyi mampu mengubah komunikasi sehari-hari, maka bidang fonemik di program studi sastra dan bahasa adalah tempat yang tepat untuk mempelajarinya.

Contoh Fonologi

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki banyak bahasa daerah sehingga sangat memengaruhi perbedaan pelafalan atau pengucapan bunyi pada sebuah kata. Ada yang menggunakan kata dasar yang sama, tapi berbeda suara pelafalannya. Ada pula logat bahasa yang menghilangkan beberapa fonem (huruf atau lambang bunyi) dalam pengucapannya.

Agar semakin paham, mari kita simak dua contoh di bawah ini:

1. Logat Jawa (menghilangkan bunyi di akhir)

Jika kita memperhatikan bagaimana orang dari suku Jawa berbicara, kita pasti menyadari bahwa mereka sering kali tidak melafalkan huruf ‘h’ yang berada di akhir kata dengan jelas. Misalnya, kata ‘sudah’ menjadi ‘suda’. Contoh kalimat yaitu “Aku suda mengerjakan tugas penelitian sosiologi dari kemarin”.

2. Gaya bicara orang Jakarta (menyingkat bunyi di tengah)

Di kota metropolitan seperti Jakarta, orang-orangnya cenderung berbicara dengan cepat dan menggunakan bahasa sehari-hari (gaul). Biasanya, mereka sengaja menghilangkan atau mengubah huruf konsonan yang ada di tengah kata.

Misalnya, kata ‘tahu’ menjadi ‘tau’ atau kata ‘lihat’ menjadi ‘liat’. Contoh kalimatnya yaitu “Gue beneran nggak tau kalau dia ada di sana”.

Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian, hakikat, objek kajian, dan contoh fonologi dalam percakapan sehari-hari. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman seputar bahasa dan komunikasi semakin bertambah, ya!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko