Email: toko@detakpustaka.com
Tlp/WA: +62 857-1020-4409
Buku Air sebagai Rua...
Beranda » Depan » Buku Air sebagai Ruang Sakral: Membaca Arsitektur Patirtan dalam Kosmologi Singasari

Buku Air sebagai Ruang Sakral: Membaca Arsitektur Patirtan dalam Kosmologi Singasari

4 Dilihat

Rp61,000

Buku ini membahas patirtan peninggalan Kerajaan Singasari sebagai ekspresi arsitektur ruang sakral yang dibentuk oleh kosmologi air.

Air diposisikan bukan semata sebagai elemen alam atau sarana ritual, melainkan sebagai ruang arsitektural yang secara aktif mengorganisasi zonasi, hierarki kesucian, pola sirkulasi, serta pengalaman spiritual dalam lanskap sakral.

- +
Beli Lewat WhatsApp
Alasan berbelanja di Detak Pustaka Toko
  • Produk 100% Original
  • Garansi Uang Kembali
  • Banyak Metode Pembayaran
  • Deskripsi
  • Ulasan (0)
  • Deskripsi
    Berat225 gram
    Dimensi20 × 14 × 1.5 cm

    Buku ini membahas patirtan peninggalan Kerajaan Singasari sebagai ekspresi arsitektur ruang sakral yang dibentuk oleh kosmologi air. Air diposisikan bukan semata sebagai elemen alam atau sarana ritual, melainkan sebagai ruang arsitektural yang secara aktif mengorganisasi zonasi, hierarki kesucian, pola sirkulasi, serta pengalaman spiritual dalam lanskap sakral. Dalam kerangka ini, air berfungsi sebagai elemen pembentuk ruang yang menentukan struktur dan makna kawasan.

    Melalui kajian terhadap Stupa Sumberawan, Patirtan Watugede, dan Pemandian Ken Dedes, buku ini menelaah bagaimana kosmologi Hindu–Buddha diwujudkan secara konkret dalam konfigurasi ruang, geometri sakral, orientasi, dan tata letak arsitektural. Relasi antara air, ritual, dan ruang menunjukkan bahwa patirtan bukan sekadar objek fungsional atau ritualistik, melainkan sebuah sistem spasial terintegrasi yang menyatukan dimensi simbolik, ekologis, dan sosial dalam satu kesatuan arsitektural.

    Pendekatan arsitektur lingkungan binaan yang digunakan menempatkan patirtan Singasari sebagai warisan arsitektur yang hidup, di mana ruang dibentuk melalui interaksi antara air, topografi, dan praktik budaya. Air berperan sebagai medium transisi antara ranah profan dan sakral, sekaligus sebagai penanda identitas kosmologis dan budaya Nusantara. Dengan demikian, buku ini menegaskan posisi patirtan sebagai sumber pengetahuan arsitektural yang relevan untuk memahami konsep ruang sakral, keberlanjutan, dan relasi manusia–alam dalam konteks Nusantara.

    Jumlah Halaman: 206

    Ulasan (0)

    Ulasan

    Belum ada ulasan.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Buku Air sebagai Ruang Sakral: Membaca Arsitektur Patirtan dalam Kosmologi Singasari
    Rp61,000

    Keranjang belanja

    Tidak ada produk di keranjang.

    Kembali ke toko