Email: toko@detakpustaka.com
Tlp/WA: +62 857-1020-4409
Beranda » Blog » Filsafat: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pandangannya

Filsafat: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pandangannya

Filsafat Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pandangannya

Pernahkan kamu mempertanyakan hakikat keberadaan manusia di dunia ini? Atau mungkin kamu sering ragu dengan tujuan hidupmu dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan besar tentang kehidupan? Jenis pertanyaan ini menuntun kita untuk memasuki pengertian filsafat yang sebenarnya.

Secara harfiah, filsafat berasal dari kata Yunani “Philosophia” yang bermakna cinta kebijaksanaan. Banyak orang yang menganggap bahwa filsafat merupakan ilmu yang rumit, bertele-tele, dan membosankan. Padahal, ketika belajar filsafat, wawasan kita akan semakin terbuka dan pikiran kita semakin tajam.

Filsafat: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pandangannya

Melalui artikel ini, kita akan mencari tahu lebih lanjut apa itu filsafat, mulai dari pengertiannya dari para ahli, tujuan, manfaat, dan pandangan-pandangannya. Harapannya, setelah membaca isi tulisan ini, teman-teman memahami secara lebih jelas konsep dasar filsafat sekaligus mampu menerapkan pemikiran kritis dan bijaksana dalam menghadapi masalah hidup.

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Sebagai langkah awal untuk memahami ilmu filsafat, berikut adalah definisi filsafat dari pandangan berbagai tokoh terkemuka.

1. Immanuel Kant

Menurut pandangan Immanuel Kant, filsafat merupakan fondasi utama dari segala jenis ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Salah satunya yaitu epistemologi yang berupaya untuk memperoleh jawaban dari berbagai pertanyaan manusia mengenai pengetahuan.

2. Rene Descartes

Descartes menilai filsafat sebagai jalan untuk memahami pengetahuan yang bersumber dari Tuhan. Manusia dan alam semesta menjadi subjek penelitian utama untuk menggali jawaban atas misteri kehidupan sekaligus mendapatkan ilmu-ilmu baru.

3. Aristoteles

Definisi filsafat menurut Aristoteles adalah suatu disiplin ilmu yang mengejar kebenaran universal. Ruang lingkupnya sangat luas, meliputi berbagai cabang seperti logika, etika, politik, metafisika, hingga estetika atau seni keindahan.

4. Al Farabi

Menurut perspektif Al Farabi, filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat terdalam dari segala fenomena yang terjadi di sekitar manusia untuk mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya.

5. Plato

Filsafat merupakan upaya yang manusia lakukan untuk meraih pengetahuan demi menampakkan realitas atau kebenaran yang hakiki.

6. Ibnu Sina

Ibnu Sina Filsuf Muslim terkemuka ini mengartikan filsafat sebagai studi tentang segala sesuatu yang ada (alam maujud). Tujuannya yaitu untuk meneliti dan memahami esensi sejati dari suatu kebenaran.

7. D.C. Mulder

Pengertian filsafat menurut pandangan Mulder adalah ilmu teoritis yang mengkaji struktur realitas secara utuh. Filsafat berfungsi sebagai alat untuk mengabstraksi kenyataan sekaligus menjadi fondasi dalam membangun kerangka berpikir kritis.

8. Bertrand Russell

Russell mengartikan filsafat sebagai suatu cara untuk menjawab pertanyaan secara kritis dan mendalam, bukan secara dogmatis (dangkal). Melalui penyelidikan yang intensif dari setiap permasalahan, filsafat menghasilkan berbagai prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi individu dalam menjalani kehidupan.

9. W.J.S. Poerwadarminta

Menurut Poerwadarminta, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berfokus untuk menyelidiki penyebab, prinsip dasar, dan aturan segala sesuatu di alam semesta. Melalui pemikiran mendalam, filsafat berusaha menemukan kebenaran sejati dan arti di balik keberadaan suatu hal.

10. Nasroen

Filsafat menurut pandangan Nasroen adalah refleksi mendalam manusia mengenai jati diri, tujuan hidup, dan semesta yang terlahir dari perpaduan antara akal, rasa, serta keyakinan. Sebagai satu kesatuan prinsip yang berguna untuk menuntun diri sendiri maupun orang lain, filsafat hasil sebagai petunjuk untuk menemukan arti hidup yang sesungguhnya.

Tujuan Filsafat

Setelah memahami pengertian ilmu filsafat dari para ahli, selanjutnya kita beranjak ke beberapa alasan mengapa filsafat itu penting. Berikut uraian selengkapnya:

1. Memperluas wawasan dan pengalaman

Filsafat bertujuan untuk membentuk individu yang berpengetahuan luas dan memiliki banyak perspektif atau sudut pandang.

2. Melatih kebijaksanaan dalam bertindak

Melalui filsafat, setiap individu belajar untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Akibatnya, kita akan menjadi pribadi yang lebih bijak dan penuh pertimbangan dalam menghadapi berbagai pilihan hidup.

3. Membangun kemandirian berpikir

Filsafat mengajak kita untuk memiliki pendirian sendiri, mampu berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain.

4. Memahami akar ilmu pengetahuan

Filsafat membantu kita menjelajahi sejarah dan menjelaskan bagaimana ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat seperti sekarang.

5. Menjadi kompas dalam proses belajar-mengajar

Bagi pendidik dan pelajar, filsafat berfungsi sebagai panduan dasar untuk menelaah persoalan yang bersifat ilmiah dan buku, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih terarah.

Manfaat Filsafat bagi Kehidupan Manusia

Filsafat Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pandangannya

Walaupun banyak yang beranggapan bahwa filsafat sebagai ilmu yang hanya berisi teori atau tidak langsung membahas hal teknis, bukan berarti tidak memiliki kegunaan praktis. Filsafat justru memberikan landasan yang kuat bagi pola pikir manusia. Berikut adalah beberapa manfaat bagi kehidupan manusia:

1. Menajamkan daya berpikir kritis

Manfaat filsafat yang pertama yaitu dapat melatih kita untuk tidak menerima atau menelan informasi dari orang lain secara mentah. Filsafat mendorong kita untuk menggali akar dari suatu masalah dan berani mempertanyakan kembali jawaban yang sudah ada demi menemukan kebenaran yang hakiki.

2. Menumbuhkan sikap bijaksana

Manfaat ilmu filsafat selanjutnya berhubungan erat dengan makna harfiahnya, yaitu “cinta pada kebijaksanaan”. Filsafat membantu kita menjadi individu yang lebih tenang dan jernih dalam memandang dunia, sehingga setiap tindakan yang kita lakukan selalu didasari oleh pertimbangan yang matang.

3. Menyelaraskan pikiran dan tindakan

Salah satu manfaat belajar ilmu filsafat yang lainnya yaitu membujuk kita untuk lebih banyak merenung dan mengenali diri sendiri. Tentu saja, hal ini membantu kita untuk berperilaku dan mengambil keputusan dengan lebih jujur, sesuai dengan prinsip atau keyakinan yang kita pegang.

Pandangan dalam Ilmu Filsafat

Di dalam dunia filsafat, terdapat berbagai aliran atau pandangan yang menjadi landasan manusia dalam berpikir dan bertindak. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Idealisme (Plato)

Pandangan ini Plato kemukakan sekitan 2400 tahun yang lalu. Idealisme menitikberatkan pada aspek spiritual dan nilai-nilai batin. Para pengikut aliran ini sangat menghargai kebudayaan, tradisi, dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan.

2. Humanisme

Pandangan filsafat ini berfokus pada kemanuisaan yang terbagi menjadi dua yaitu humanisme individu yang berarti mendorong kebebasan berpikir dan berkarya dan humanisme sosial yang mengutamakan pendidikan untuk masyarakat.

3. Rasionalisme (Descartes dan Locke)

Pandangan ini beranggapan bahwa akal pikiran merupakan sumber utama pengetahuan. Rasionalisme meyakini bahwa setiap manusia lahir layaknya “kertas putih kosong” yang akan diisi oleh pemikiran.

4. Empirisme

Pandangan filsafat empirisme berpendapat bahwa pengetahuan sejati terlahir dari pengalaman nyata. Suatu hal akan dianggap tidak bermakna apabila tidak bisa dibuktikan secara nyata.

5. Kritisisme (Immanuel Kant)

Kritisisme berperan sebagai penengah antara rasionalisme dan empirisme. Pandangan filsafat ini menganggap bahwa kebenaran memiliki keterbatasan dan tidak semua hal harus diuji ulang.

6. Konstruktivisme (Vico)

Pandangan ini menekankan bahwa karakter, kepribadian, dan pengetahuan seseorang adalah hasil dari konstruksi diri sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan serta fenomena yang terjadi di sekitarnya.

Demikianlah, penjelasan mengenai apa itu pengertian filsafat, lengkap dengan tujuan, manfaat, serta berbagai pandangan atau alirannya. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan mengenai dunia filsafat semakin meningkat sehingga mampu berpikir secara kritis serta bijak dalam melihat dunia.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko